Bagaimana Membangun Karakter Pantang Menyerah?

Pantang menyerah adalah karakter orang sukses karena mereka berhasil mengatasi hambatan dan terus berjalan. Seseorang yang pantang menyerah memiliki ketetapan hati untuk berusaha sekalipun menghadapi tantangan.

Saat mengusahakan sesuatu, ada kalanya muncul rasa bertanya-tanya pada diri sendiri apakah usaha yang dilakukan worth it. Tak jarang keraguan dan kehilangan arah juga muncul, terlebih ketika melihat orang lain membuat progress yang lebih besar.

 

Guna membangun karakter pantang menyerah, lakukan hal berikut.

Menurut Inc., pertama, pastikan tujuan sepadan dengan kegigihan yang diusahakan, karena ada suatu waktu dimana menyerah adalah pilihan yang tepat.

 

Kedua, ingat bahwa di masa lalu kita pernah bertahan di situasi yang sulit. Keinginan untuk menyerah bisa muncul dari rasa kurang percaya diri terhadap kemampuan sendiri, oleh karena itu, mengingat bahwa di masa lalu kita pernah berhasil menghadapi masalah bisa mencegah kita mudah menyerah.

 

Ketiga, beranikan diri untuk melangkah. Jangan terlalu khawatir tentang masa depan yang belum pasti. Seringkali prasangka terhadap masa depan memicu rasa ingin menyerah. Fokus pada saat sekarang dan ambil satu demi satu langkah maju. Selanjutnya, atur langkah tersebut agar kita bisa terus berjalan.

 

Keempat, tanamkan keyakinan pada diri sendiri atau berikan afirmasi positif.

 

Selain empat hal di atas, kita perlu menyadari bahwa pada saat terpuruk, kita butuh bantuan orang lain untuk bangkit. Dalam proses membangun karakter pantang menyerah, akan ada periode jatuh dan bangun. Jangan menutup diri dan menyembunyikan rasa stres atau kesedihan. Temukan dukungan dari orang lain. Dukungan dari orang lain bisa mendorong kita untuk pantang menyerah.

 

Jangan lupa untuk memberikan apresiasi pada diri ketika berhasil mencapai kemajuan, sekecil apapun itu. Lihat ke belakang sejenak, lihat seberapa jauh kita telah melangkah. Buat daftar hal-hal apa saja yang telah dicapai dan rayakan keberhasilan tersebut dengan sepadan.

Hargai setiap proses yang dijalani agar kita tidak merasa kacau dan kalut karena memikirkan apa saja yang belum dicapai.

 

Sumber Thumbnail: Shutterstock