Tiga Ide Konten Bullet Journal

Bullet journal adalah catatan harian berisi planner, diari, dan tracking target yang umumnya ditulis dalam bentuk bullet atau poin-poin. Manfaat menulis bullet journal setiap hari adalah membantu fokus pada hal-hal yang menurut kita penting dan kita peduli. Isi bullet journal disesuaikan dengan kebutuhan pribadi dan style yang dipakai pun bebas sesuka hati kita.

 

Saat memulai bullet journal, terkadang muncul kebingungan mengenai apa yang harus dituliskan. Catat tiga ide konten bullet journal berikut:

  1. Habit tracker

Merupakan cara untuk melihat progress kita dalam menerapkan suatu kebiasaan baik. Umumnya habit tracker dibuat untuk satu bulan. Bentuknya pun beragam, bisa berupa kotak-kotak kecil sejumlah hari dalam satu bulan. Saat dilaksanakan, kita bisa mewarnai kotak tersebut atau memberi tanda centang.

Di akhir bulan, kita bisa melihat apakah seluruh kotak terisi warna atau tidak dan mengevaluasi tingkat keberhasilan menanamkan suatu kebiasaan.

 

  1. Mood tracker

Menuliskan mood tracker bisa membantu kita memantau naik-turunnya mood selama satu bulan tersebut. Membuat mood tracker bisa dilakukan dengan mengelompokkan mood sesuai warna tinta pulpen yang kita miliki, misalnya merah untuk stres, kuning untuk senang, hijau untuk malas, dan biru untuk sedih. Pada akhir bulan, kita bisa melihat warna apa yang paling dominan.

Ini berguna saat kita melakukan refleksi, bagaimana suatu situasi memicu mood tertentu.

Sebagai contoh saat dikejar deadline, mood tracker menunjukkan bahwa kita terus merasa sedih dan frustasi. Data ini akan berguna agar kita bisa mencegah dikejar deadline di kemudian hari dengan membuat prioritas pengerjaan tugas.

 

  1. Gratitude logs

Gratitude logs berfungsi untuk menuliskan hal-hal apa saja yang kita syukuri. Bullet journal model ini bisa dilakukan harian, mingguan, atau bulanan, sesuka hati. Dengan merasa berterima kasih, kita akan merasa bahwa kehidupan kita begitu berharga.

 

Sumber Thumbnail: Faber-Castell