Kesehatan Mental: Bahaya Mengabaikan Emosi dan Perasaan

Emosi dan perasaan, baik positif maupun negatif, perlu diberikan validasi. Mengabaikan emosi dan perasaan dapat berdampak buruk pada kesehatan mental seseorang.

Baca Juga: Langkah Melakukan Validasi Emosi

 

Merujuk pada tulisan Verywell Mind, hal yang perlu diwujudkan adalah “pengelolaan stres”, bukan “menghindari stres”. Jika seseorang merasakan emosi dan perasaan yang kurang menyenangkan hingga menyebabkan stres, langkah yang dapat dilakukan adalah coping mechanisms.

 

Apa bahaya mengabaikan emosi dan perasaan?

1. Memperburuk emosi dan perasaan

Merasakan emosi dan perasaan negatif terus menerus tidaklah menyenangkan, akan tetapi mengabaikan keduanya justru memperburuk keadaan.

Mengapa? Karena seseorang seakan menutup mata, namun benda yang tidak ingin dilihat masih tetap berada pada tempatnya.

 

2. Tidak membantu menyelesaikan masalah

Akibat dari mengabaikan emosi dan perasaan negatif adalah situasi yang tidak membaik karena mengabaikan tidak akan membantu menyelesaikan masalah. Masalah yang tidak selesai akan memunculkan rasa cemas yang baru atau menambah kecemasan yang sebelumnya telah ada.

Tanpa menerima emosi dan perasaan tersebut, seseorang tidak akan tahu dengan pasti apa yang sebenarnya ia rasakan. Jika tidak tahu apa yang ingin diselesaikan, bagaimana seseorang akan menyusun solusi yang tepat?

 

Bagaimana agar tidak mengabaikan emosi dan perasaan?

Ungkapan embrace your feelings sudah bertebaran dimana-mana. Yap, seperti apa yang dikatakan, cobalah untuk menerima emosi dan perasaan tersebut.

Merasakan emosi adalah bagian dari hakikat seseorang sebagai manusia, karena itu terima apa adanya. Sebelum menemukan validasi dari orang lain, temukan dan berikan validasi tersebut kepada diri sendiri.

 

Jika emosi dan perasaan tersebut begitu menekan sampai menyebabkan overwhelmed, seseorang dapat berkonsultasi pada ahli. Tujuannya tentu mendapatkan diagnosis yang tepat terhadap situasi yang dirasakan.

 

Mengutip Mark Twain, “seseorang tidak bisa merasa nyaman sebelum memberikan validasi pada dirinya sendiri”.

 


Sumber Thumbnail: Wisc-Online