Tips Mengirim Email Anti Waswas

Mengirim email terdengar simpel namun bisa menjadi pekerjaan yang tricky karena perasaan waswas. Ada kekhawatiran salah alamat email, melakukan kesalahan pengetikan, lupa mencantumkan lampiran, dan berbagai keteledoran lainnya.

 

Menurut Cleveland Clinic, perasaan waswas dan cemas ketika mengirim email ini dapat disebut sebagai email anxiety. Perasaan tidak menyenangkan ini dapat datang dari ekspektasi tentang email balasan. Ketika email tidak kunjung dibalas, ada kekhawatiran yang muncul.

 

Demi menghilangkan rasa waswas saat mengirim email, yuk baca beberapa tips di bawah ini:

1. Baca ulang

Sebelum menekan tombol send atau kirim, luangkan waktu sesaat untuk melakukan proofreading. Baca ulang dengan teliti setiap kata maupun tanda baca yang digunakan.

Setiap orang memiliki cara sendiri untuk meneliti kembali email. Sebagian memilih untuk membaca email dengan suara untuk mendeteksi kesalahan.

 

2. Lakukan pengecekan pada lampiran

Kejadian lupa memasukkan file lampiran dalam email tentu ingin dihindari, karena itu pastikan untuk mengecek kembali ada atau tidaknya file.

Jika terdapat link di dalam email, coba untuk mengecek apakah link tersebut sudah benar dan dapat berfungsi dengan baik.

 

3. Meminta tolong orang lain untuk mengecek

Apabila rasa ragu terus menghantui sesaat sebelum mengirim email, cobalah untuk meminta bantuan orang lain melakukan pengecekan. Hal ini dikarenakan manusia cenderung lebih mudah menemukan kesalahan yang dibuat orang lain.

 

4. Menanyakan konfirmasi kepada penerima email

Finally, setelah email sukses terkirim jangan buru-buru beralih. Hubungi penerima email agar yang bersangkutan berkenan mengecek inbox dan menanyakan apakah email sudah masuk. Tanyakan pula konfirmasi tentang link atau file lampiran, apakah dapat diakses dengan baik oleh penerima tersebut.

Ketika email telah diterima dengan baik dan konfirmasi dari penerima juga sudah didapat, perasaan waswas akibat ketidakpastian dapat mereda.

 

Baca Juga: Etika dalam Mengirim Email

Selain keempat hal di atas, jangan lupa untuk menerapkan etika dalam mengirim email, misalnya menggunakan bahasa yang sopan.

 


Sumber Thumbnail: Vector Stock