Belajar tentang Produktivitas dari 3 Negara Produktif Berikut Ini

Produktivitas adalah hal yang penting diperhatikan dalam pekerjaan. Tiga negara berikut ini dapat menjadi inspirasi untuk belajar tentang bekerja secara produktif.

Menurut OECD, produktivitas diukur dengan membagi GDP dengan jumlah jam kerja, jam kerja ini termasuk kerja full time dan part time.

 

Faktor ekonomi, budaya masyarakat, dan sebagainya tentu berkontribusi pada produktivitas suatu negara. Situasi di tiga negara ini tentu berbeda dengan negara kita. Namun tak ada salahnya menambah wawasan bukan?

Baca Juga: Negara dengan Work-life Balance yang Baik

 

1. Swiss

Statistik OECD tahun 2020 menunjukkan posisi Swiss sebagai negara paling produktif di urutan keempat. Sebanyak 75,7 USD didapatkan per jam.

Dilansir Sigtax, budaya kerja orang Swiss diantaranya adalah ketepatan waktu, menghargai batasan antara urusan personal dengan pekerjaan, juga penekanan terhadap nilai-nilai formal. Ketepatan waktu ini merupakan salah satu atribut penting dalam menjalankan bisnis di Swiss.

Produktivitas sangat menekankan pada penggunaan waktu secara efektif. Ilustrasinya, dengan berusaha untuk tepat waktu, maka semakin banyak konsumen bisa dilayani dan semakin besar pendapatan.

 

2. Denmark

Berjarak tidak terlalu jauh dari Swiss, pada tahun 2020 Denmark mencapai penghasilan sebesar 75,4 USD.

Mengutip denmark.dk, negara ini memiliki aturan rekrutmen yang fleksibel dan memiliki tingkat korupsi yang rendah. Dua alasan ini menjadikan Denmark sebagai salah satu tempat terbaik di dunia untuk menjalankan bisnis.

Negara ini memiliki rata-rata jam kerja di bawah 40 jam per minggu bagi para karyawan full-time. Ini artinya kesuksesan produktivitas tidak ditentukan dari semakin lama pekerjaan dilakukan melainkan seberapa efektif penggunaan waktu yang ada.

 

3. Belgia

Terletak di urutan keenam, Belgia termasuk negara produktif teratas dengan mendapatkan 74,5 USD per jam pada tahun 2020.

Mengutip OECD, penduduk negara ini memiliki skill yang kuat dan latar belakang pendidikan yang tinggi. Belgia memiliki upah dan pendapatan yang tinggi, ketimpangan kerja yang relatif rendah, juga work-life balance yang baik.

Ketika hak karyawan dipenuhi dengan optimal, maka semangat bekerja mereka juga semakin meningkat, demikian pula dengan produktivitas.

 


Sumber Thumbnail: EEA and Norway Grants