Manajemen Waktu dengan Sistem Work-Life Integration

Manajemen waktu yang baik adalah dambaan setiap orang. Kesibukan di sekolah atau pekerjaan ditambah dengan rutinitas sehari-hari bisa tumpang tindih dan menyebabkan perasaan overwhelmed atau kewalahan.

 

Salah satu cara untuk manajemen waktu adalah menerapkan sistem work-life integration. Apa maksudnya?

 

Menurut Indeed, work-life integration adalah sistem manajemen waktu dan aktivitas dimana seseorang bisa menyelesaikan berbagai aktivitas setiap hari dan tiap minggu.

Sesuai namanya, work-life integration artinya mengintegrasikan antara work dan life. Dibanding berjam-jam bekerja kemudian pulang untuk melakukan aktivitas personal, work-life integration melibatkan kedua urusan tersebut untuk dilakukan pada saat yang paling masuk akal.

 

Berkeley Haas menyebutkan bahwa tujuan dari work-life integration adalah menciptakan sinergi antara hal-hal dalam kehidupan, mulai dari pekerjaan, rumah atau keluarga, komunitas, well-being, dan kesehatan.

Contoh penerapan sistem manajemen waktu ini adalah menyelesaikan pekerjaan dengan cepat agar bisa pergi ke dokter tanpa harus mengambil jatah izin.

 

Cara mengelola work-life integration

1. Membuat jadwal

Luangkan waktu untuk merencanakan kegiatan selama satu minggu ke depan. Memiliki jadwal penting untuk membantu seseorang tetap fokus. Setelah mengerjakan A, lalu B, lalu C, dan seterusnya.

Jadwal bisa dibuat sefleksibel mungkin menyesuaikan dengan kebutuhan, tanpa harus mengorbankan salah satu urusan.

Dengan membuat jadwal seseorang bisa melihat dengan jelas mana waktu yang longgar dan bisa digunakan untuk mengurus hal-hal di luar pekerjaan.

 

2. Menjaga komunikasi dengan keluarga dan tempat kerja

Ketika menjalankan work-life integration, seseorang perlu menyampaikan situasinya kepada anggota keluarga. Tujuannya adalah memberikan informasi tentang kapan saja waktu yang memungkinkan untuk bertemu.

Selain keluarga, komunikasi dengan orang-orang di tempat kerja juga penting. Diskusikan dengan atasan tentang rencana menerapkan work-life integration karena tidak semua pekerjaan memungkinkan dengan pola seperti ini.

 

Hal yang tak kalah penting dari penerapan work-life integration adalah perlunya membuat batas. Jangan sampai kehidupan personal tercampur atau mengalami benturan dengan urusan pekerjaan dan begitu pula sebaliknya.

 


Sumber Thumbnail: Freepik