Pentingnya Mengupayakan Tempat Kerja yang Inklusif

Tempat kerja yang inklusif merupakan tempat dimana setiap latar belakang dan keberagaman diapresiasi dan dihargai. Menciptakan tempat kerja yang inklusif artinya menyadari dan mengakui bahwa setiap orang memiliki keunikan dan kebutuhan masing-masing dalam menjalani pekerjaan.

 

Menurut Laura Hamill dari Forbes, inklusif tidaknya sebuah tempat kerja dapat diukur dari perasaan memiliki atau sense of belonging, keterhubungan, maupun komunitas di tempat kerja.

Lingkungan kerja yang inklusif menjadikan karyawan di dalamnya merasa terhubung dengan pekerjaan maupun orang-orang yang ditemui di dalamnya. Singkatnya, tidak ada perasaan ditinggalkan, diabaikan, atau dibedakan.

 

Apa pentingnya tempat kerja yang inklusif?

1. Memunculkan lebih banyak ide

Ketika keberagaman dihargai, setiap karyawan tidak akan takut untuk menyuarakan pendapat mereka. Terkadang ada rasa takut yang muncul ketika seseorang diminta menyampaikan gagasan karena rasa takut terhadap penilaian orang lain.

Melalui lingkungan kerja yang inklusif yang penuh apresiasi, karyawan dapat merasa lebih percaya diri mengekspresikan ide-idenya tanpa merasa khawatir di-judge.

 

2. Meningkatkan keterlibatan karyawan

Menurut Indeed, melalui lingkungan kerja yang inklusif, karyawan akan lebih tergerak untuk terlibat dan berkontribusi, menunjukkan performa terbaik mereka.

Tidak ada karyawan yang tersingkir karena menjadi minoritas atau memiliki kendala fisik tertentu dalam lingkungan kerja inklusif. Ini artinya mereka dianggap memiliki kemampuan yang setara untuk berkontribusi terhadap kepentingan perusahaan.

 

3. Karyawan lebih betah bekerja

Mengacu pada tulisan Laura Hamill dalam Forbes, karyawan yang mampu menunjukkan diri mereka 42% lebih kecil kemungkinannya untuk berencana pindah ke posisi lain dalam waktu satu tahun.

Apa artinya? Tempat kerja yang inklusif menjadikan karyawan lebih betah bekerja.

 

Sementara itu bagi tempat kerja itu sendiri, lingkungan kerja inklusif penting untuk menjaga loyalitas karyawan. Jika para karyawan betah bekerja, maka perusahaan tidak perlu mengeluarkan lebih banyak uang untuk merekrut orang baru menggantikan mereka.

Intinya lingkungan yang inklusif adalah win-win solution bagi karyawan maupun tempat kerja itu sendiri.

 


Sumber Thumbnail: Robert Kneschke