Ketahui Bahaya Overwork, Jangan Bekerja Berlebihan

Overwork adalah keadaan dimana seseorang bekerja berlebihan sampai lupa waktu dan mengabaikan diri sendiri. Ada bahaya mengintai bagi orang-orang yang sering overwork.

“Beberapa orang berbelas kasih kepada orang asing, namun tidak kepada tubuh mereka sendiri”

—Mokokoma Mokhonoana

 

Bahaya overwork

1. Overwork mengganggu kesehatan

Menurut BBC, sebuah penelitian menunjukkan bahwa overwork merupakan satu-satunya faktor risiko terbesar untuk penyakit akibat kerja. Ada dua hal yang menyebabkan overwork dapat menurunkan kesehatan dan memperpendek usia, yakni stres yang kronis dan perubahan perilaku.

Perilaku yang dimaksud adalah sedikit tidur, jarang berolahraga, mengonsumsi makanan tidak sehat, atau merokok sebagai langkah coping dari rasa lelah.

 

2. Overwork meningkatkan risiko penyakit

Dalam tulisan Only the overworked die young oleh Harvard Health Publishing, orang-orang yang bekerja lebih dari 55 jam per minggu memiliki risiko serangan jantung 13% lebih tinggi dan menderita stroke 33% lebih tinggi dibanding mereka yang bekerja 35-40 jam per minggu.

Lebih lanjut Harvard Health Publishing menyebutkan bahwa overwork cukup tinggi di negara Asia seperti Jepang dan Tiongkok. Di Jepang, kematian akibat overwork cukup umum terjadi hingga ada istilah khusus untuk menyebutnya yakni karĊshi.

 

3. Kehilangan waktu untuk istirahat

Semakin keras dan lama seseorang bekerja, semakin sedikit waktu yang ia dapatkan untuk beristirahat. Padahal istirahat, utamanya tidur, adalah komponen penting dalam kehidupan seseorang.

Menurut Cleveland Clinic, tidur berperan untuk meningkatkan kesehatan baik fisik maupun mental. Seseorang yang overwork dan kehilangan waktu tidur akan kesulitan mengatasi stres, menyelesaikan masalah, atau sembuh dari penyakit.

 

4. Overwork mengurangi quality time

Saat seseorang bekerja berlebihan, ada waktu bersama keluarga atau orang terdekat yang dikorbankan. Tanpa interaksi sosial, seseorang akan mudah merasa kesepian.

 

Ketahui bahaya overwork dan perhatikan batasan ketika bekerja. Jaga well-being diri sendiri. Jika kamu sakit dan keluar dari tempat kerja, perusahaan bisa merekrut orang baru. Namun tidak dengan keluarga di rumah.

 


Sumber Thumbnail: Vector Stock