Tips Mengatur Bonus Keuangan Kerja

Mengatur keuangan memanglah sangat sulit, tidak sedikit banyak orang yang tidak mampu menerapkan sistem keuangan yang baik, terutama bonus keuangan dari kantor.

 

Ada baiknya bonus bekerja disimpan agar tidak berhamburan dan bisa dipergunakan dengan benar. Berikut ada 3 tips yang bisa kamu coba. Simak di sini!

 

 

1. Lunasi Cicilan yang Berjalan
Bonus akhir tahun bisa kita ibaratkan ‘uang kaget’. Nah, mumpung ada uang tambahan di luar penghasilan, ini waktunya kamu untuk melunasi utang-utang konsumtif seperti tagihan kartu kredit atau paylater di e-commerce.

Utang-utang tersebut akan semakin ‘berbunga’ jika tidak segera kamu lunasi. Sehingga, jika ada uang lebih tidak ada salahnya kamu lunasi agar tak perlu lagi membayar bunga setiap bulan.

 

 

2. Investasi di Instrumen yang Tepat

Setelah melunasi utang, opsi berikutnya adalah investasi. Tidak ada yang salahnya jika takut rugi. Apalagi, kalau kamu mengharapkan keuntungan dari hasil menyisihkan bonus. Karena itu, hal yang wajib kamu lakukan adalah menabung atau berinvestasi di instrumen investasi berisiko rendah. Deposito dan emas bisa kamu pilih untuk mengamankan dana.

Namun, kalau kamu mengharapkan cuan, bisa memilih reksa dana. Investasi atau menabung reksa dana sebenarnya ada dua metode yakni Lump Sum dan Dollar Cost Average (DCA).

 

 

3. Kepentingan Dana Darurat

Terakhir, jika kamu bisa mengalokasikan sisa uang bonus atau bahkan seluruhnya untuk dana darurat. Kamu akan merasa aman, bila mempunyai dana darurat karena bisa membiayai kebutuhan saat mendesak. Jadi tidak perlu menggunakan dana kebutuhan sehari-hari atau investasi.

 

 

Sebaiknya, kamu hanya pakai saat kondisi darurat dan sedia selalu. Maka perlu disimpan secara aman, terutama saat kamu ingin belanja online. Solusinya, pisahkan dana darurat dari rekening sehari-hari agar tidak terpakai.

 

Itulah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatur bonus keuangan dengan baik

 

Penulis: Dede Radika

Thumbnail: freepik