4 Dampak Buruk Sifat Iri Hati

Iri hati atau (Envy) dalam bahasa inggris sering disebut juga dengki atau hasad, merupakan emosi yang timbul ketika seseorang tidak memiliki keunggulan baik prestasi atau kekuasaan atau lainnya, menginginkan yang tidak dimilikinya itu, atau mengharapkan orang lain yang memilikinya kehilangan.

 

Kita sering merasa iri hati kepada orang lain atas apa yang mereka capai, hal tersebut karena kita belum bisa seperti teman kita capai. Ternyata, iri hati memiliki banyak dampak buruk bagi diri kita yang melakukannya. Berikut ini beberapa dampak buruk iri hati yang wajib kamu ketahui, yaitu sebagai berikut:

 

1. Hidup tidak tenang

Iri hati akan membuat pelakunya selalu berprasangka buruk terhadap orang lain, sehingga sulit merasa tenang. Mereka akan gelisah dan resah ketika melihat orang lain bahagia. Sebaliknya, akan bahagia ketika melihat orang lain menderita.

 

 

2. Tidak merasa cukup

Dampak negatif berikutnya yaitu selalu merasa kurang. Apalagi ketika melihat orang lain mendapatkan pencapaian lebih dari yang mereka dapatkan. Jika situasi seperti ini terus-menerus dilakukan, maka akan membuat energi semakin terkuras.

 

 

3. Emosi tidak stabil

Seseorang yang mempunyai sifat iri cenderung mudah marah karena mendapatkan saingan dan merasa sudah dikalahkan. Padahal hidup bukanlah ajang perlombaan untuk menentukan siapa yang menang dan siapa yang kalah.

Sikap mudah marah akan membuat pelakunya rentan mengalami stres. Marah adalah sebuah emosi yang wajar dirasakan ketika mengalami perlakuan tidak nyaman.

 

 

4. Merusak kehidupan pribadi

Dampak negatif iri hati terakhir adalah mengacaukan kehidupan diri sendiri. Bagaimana bisa? Karena ketika kamu mempunyai sifat iri akan terlalu sibuk memikirkan urusan orang lain. Padahal urusan dan kehidupan diri sendiri saja masih banyak yang perlu dibenahi.

 

Itulah beberapa dampak buruk dari iri hati, hal yang perlu dilakukan untuk mengurangi iri hati adalah perlu menanamkan prinsip bersyukur pada hidup kita sendiri, atas apa yang kita capai dan kita miliki. Serta berhenti membandingkan hidup kita dengan orang lain.

 

Penulis: Dede Radika
Thumbnail: freepik