Self-Sabotage: Bahaya dan Cara Mengatasinya

Self-sabotage adalah tindakan mengabaikan, meremehkan, atau merendahkan kesuksesan yang diraih diri sendiri.

 

Bentuk self-sabotage

Menurut Verywell Mind, ada beberapa bentuk self-sabotage yang biasanya dilakukan. Pertama, menunda-nunda pekerjaan atau prokras. Kedua, bersikap perfeksionis. Ketika seseorang mengatur standar “harus sempurna”, ia akan merasa tertekan jika membuat satu kesalahan sekalipun.

Bentuk ketiga adalah self-medication, dimana seseorang menggunakan cara yang buruk untuk menghibur diri sendiri, misalnya dengan alkohol atau obat-obatan terlarang. Tindakan semacam ini termasuk ke dalam self-sabotage.

 

Bahaya self-sabotage

Jika dibiarkan, self-sabotage bisa menghambat seseorang untuk tumbuh dan berkembang menjadi lebih baik. Ia tidak akan pernah merasa cukup dan terus menerus takut untuk menghadapi tantangan.

Pada situasi menunda-nunda pekerjaan misalnya, pekerjaan tidak akan pernah selesai dan tanggung jawab akan terus menumpuk. Saat tugas terus berdatangan, seseorang bisa merasa kewalahan.

Sementara itu pada self-sabotage karena sikap perfeksionisme, seseorang merasa tidak percaya dengan pencapaian yang telah diraih. Ia merasa sulit untuk mengapresiasi proses yang telah dilalui karena hasilnya dianggap tidak “sempurna”.

Sederhananya, seorang siswa mendapatkan nilai 85 pada ujian dengan KKM 75. Namun ia berfokus pada fakta bahwa ia tidak mendapatkan nilai 100 dan menyalahkan diri sendiri.

 

Cara mengatasi self-sabotage

Dilansir Verywell Mind, ada empat langkah yang bisa dilakukan untuk mengatasi self-sabotage.

1. Ketahui akar permasalahan

Temukan terlebih dahulu penyebab dari sikap self-sabotage. Misalnya ejekan dari orang lain di masa lalu ternyata menyebabkan seseorang merasa tidak percaya diri. Pada akhirnya, ia merasa tidak pantas untuk mendapat suatu prestasi karena merasa tidak pantas.

 

2. Berhenti menunda-nunda pekerjaan

Jangan biarkan diri sendiri terjebak dalam self-sabotage. Bangkit, bergerak, dan lakukan hal yang dirasa penting untuk kepentingan diri sendiri.

 

3. Jangan hanya melihat gambaran besar

Sebuah kesuksesan berasal dari satu demi satu langkah kecil yang diambil konsisten. Jika seseorang terus melihat gambaran besar sebuah tujuan tanpa memperhatikan detail, tujuan tersebut akan terasa berat dicapai dan kemampuan diri sendiri seakan tidak cukup.

 

4. Stop berpikir perfeksionis

Membuat target atau standar memang perlu dilakukan, namun buatlah target yang realistis. Dengan demikian seseorang tidak akan menyalahkan diri sendiri ketika target belum tercapai, sementara target itu sendiri terlalu tinggi.

 


Sumber Thumbnail: Freepik